Hammasah..!!!

Nopember 20, 2007

sunset.jpg

” assalamualaikum akhi, ana mau sharing dgn antum. Tadi ashar di mesjid ana ada yang mau tahlilan. Saat itu sudah masuk waktu ashar, ana langsung mengumdangkan adzan dan setelah itu kemudian mengajak mereka jamaah tahlil untuk sholat berjamaah dulu. Tapi apa akh reaksi mereka?, mereka memandang ana dengan pandangan aneh. Ya udah ana kemudian mengumandangkan iqomat dan mereka berkomentar ” eh ..malah komat heula, lain tahlilan heula “. Ana sakit hati akh. Ana merasa Allah sedang dilecehkan oleh mereka saat itu. Bukankah Sholat lebih utama dari tahlilan akh?. Ana terpukul sekali melihat kondisi seperti ini akh.”..Saya termenung lama membaca sms dari seorang sahabat ini. Dan setelah merenung cukup lama saya menulis sms balasan untuknya : “ wa alaikum salam akhi. Ana mengerti persaan antum. Antum pasti sangat sedih melihat itu semua. Tapi ingat akh, jangan pernah sakit hati oleh objek dakwah kita.Ingat..syurga ada di bawah kilatan pedang”

Ada rasa yang berbeda setelah mengirimkan sms balasan untuk sahabat saya itu. Sebuah pertanyaan besar berputar di otak ini, ” Seperti apakah pemahaman islam kebanyakan umat islam ini?, kenapa bisa seperti ini ?, kemana juga para pendakwah membawa umat selama ini ?.

Dakwah memang belum selesai. perlu nafas panjang untuk berdakwah di negeri yang penuh paradoks ini.Bagaimana tidak ini adalah sebuah negeri muslim terbesar di seluruh dunia tapi juga negeri yang tercatat sangat tinggi angka korupsinya. Kita adalah negeri muslim terbesar tapi paling subur industri pornografinya.Dan yang paling penting, di negeri muslim terbesar di dunia ini kita dibodohkan dan dipinggirkan.

Untuk menyikapi semua ini, sudah saatnya siapapun yang peduli akan kondisi umat ini segera turun tangan. Syi’ar Islam ini bukan hanya milik para ustadz dan kyai.Kita bisa mulai dengan melakukan empowerment terhadap diri kita. Jangan pernah meresa cukup dengan islam ketika kita bisa tahlilan saja . Islam bukan hanya tahlilan. Keislaman yang bagus haruslah dimulai dengan :
1. akidah yang kuat.

2. lantas ibadah yang benar dan sesuai dengan tuntunan rasul.

3.Yang kemudian dihiasi dengan akhlak yang mulia

4. Didukung dengan fisik yang kuat

5. Cerdas dan intelek

6. Pandai Mengendalikah hawa nafsu

7. pandai menjaga waktu

8. Teratur dalam segala urusan

9. Mandiri

10. sehingga akhirnya bisa bermanfaat bagi yang lain.

Inilah sejatinya muslim yang baik, maka dakwah sekarang ini haruslah berorientasi untuk pembentukan kepribadian islam.

Tidak cukup kita hanya bermain di ranah pengajian kolosal semacam tabligh atau dauroh atau yasinan dan tahlilan. dakwah masa kini haruslah mengadopsi pola pendidikan ( tarbiyah ) dan pelatihan ( riyadhoh ) yang memilki kurikulum yang jelas dan terukur hingga bisa dilakukan evaluasi berkala yang bisa dipertanggung jawabkan.

Saatnya bergerak rijalul haq… saatnya berkarya rijaludakwah..hammasah…!!!!

silenceofthenight.jpg

 

“ kok gini sih “ jelek banget, batinku ketika membaca sebuah list barang pilihan yang ditawarkan padaku. “ tapi ..tunggu..list ini memuat banyak item kan ? yang jelek ..satu..dua..tiga ..yang baik sepuluh ..sebelas..dua belas ..astaghfirullah ..ternyata yang baik lebih banyak dari yang jelek “ dan aku pun tersenyum sambil tak henti mengucapkan istighfar…

 

“Itulah hidup gus..kamu jadi tidak bahagia karena kamu melihat hal yang buruk saja diantara banyaknya kebaikan yang bertabur” .

 

lantas bathin inipun  bertanya “ ingin bahagia ? ..cobalah lihat dunia dengan kacamata positif..Allah SWT tidak akan pernah mengizinkan sesuatu terjadi di semesta ini kecuali ada kebaikan dibalik itu semua..ingat itu hai agus al muhajir !!!!!…”

 

Mbuh …

Nopember 13, 2007

  “Mbuh..ngak tau”… . Akhir-akhir ini sering terucap atau paling tidak ditulis di stastus YM ku . Banyak teman yang bertanya “ ada apa gus ? “ aku  jawab “ mbuh ..!!!”.  

Seorang sahabat yang sudah aku anggap sebagai orang tua ku di Bandung ini baru saja meninggalkan sebuah jejak perenungan buatku dengan mengatakan “ Ya itulah hidup, nkmati saja ..” yup..tapi bagaimana caranya menikmati mbuh ?, bukankah itu sama saja dengan menikamati ketidak tahuan dan ketidak pastian ?. ..mbuh… 

Kepala ini terasa makin pening saja tatkala menyusun berbagai rencana hidup untuk masa depanku dan keluargaku. Pening karena sang “mbuh” kerap menjadi faktor x yang tidak terprediksikan dan siap sewaktu-waktu menjadi pencerai berai segala rencana yang telah kuanggap matang. 

Menikmati mbuh ..menikmati mbuh ..menikmati mbuh..mbuh…bener juga yah, bukankah mbuh itu adalah hal yang mutlak adanya. Kita mbuh tentang Kematian..jodoh ..mbuh juga kan dulunya ? sekarang aja pas sudah ada jadi ndak mbuh lagi. Bener itulah hidup..segalanya mbuh, kecuali yang sudah terjadi.Dan ini bagus. Terbayang nggak kalau anda tidak mbuh alias tahu dengan persis kapan anda meninggal plus tahu persis cara meninggalnya..ngeri kan, menghitung hari kematian. Tegang, horor bin deg deg plasss. 

Yup….karena hidup ini adalah mbuh, kupikir lebih baik berfikir yang iya-iya aja. Berencana harus dong tapi karena hasilnya mbuh maka kita tidak jadi sombong dengan rencana kita. Toh kita hanya makhluk yang penuh dengan mbuh..hanya DIA..Allah sang maha, yang tidak pernah mbuh.