Satu sore di sebuah rumah yang penuh dengan cinta di daerah sekeloa Bandung …
Dan bila sampai hari ini
Aku tegar berdiri
Bukan karena kuat dan Hebatku …
Semua Karena cinta
Semua karena cinta
Tak mampu diriku
Dapat berdiri tegak
Terima kasih cinta …..
Lagu semua karena cinta menjadi sebuah warna yang begitu indah ketika kami berkumpul. Dan teriakan “ your carring saves lives “ menambah haru biru sudut jiwa ini, bagaimana tidak, lagu ini dipimpin oleh seorang ibu yang luar biasa bernama DIAN Syarief , seorang sahabat lupus ( beliau tidak mau berkata penderita lupus ) dan diikuti oleh para relawan syamsi Dhuha Foundation yang terdiri atas dokter , paramedis dan orang – orang yang peduli kepada para sahabat lupus yang sebagian diantaranya juga adalah para penderita sakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit lainnya. Mereka memiliki satu misi yang sama , yaitu memberi harapan dan perhatian untuk hidup yang diamanahkan oleh Allah swt.
“ Kita berharap yang terbaik dari ALLAH dan kita mempersiapkan yang terburuk “ itulah yang bu Dian katakan kepada kami yang lagi-lagi membuat saya tak mampu berkata apa-apa. “ Kekuatan cinta akan membuat kita tegar dan kuat, dan untuk itulah kita ingin berkata ..terima kasih cinta ..Cinta yang menghasilkan sebuah kepedulian .cinta yang memberi harapan dan kehidupan.
Malu rasanya melihat semangat mereka. Malu ketika sadar bahwa terlalu banyak diri ini mengeluh. Terlalu sering aku berharap kehidupan seperti yang aku inginkan , bahkan pernah pula aku berharap agar kehidupan ini segera berakhir.Malu …kepada mereka yang dengan amat sangat antusias terus memberi warna untuk hidup mereka dan orang lain. Malu kepada mereka yang sering berkata “ saatnya menoreh sejarah kegemilangan. Hingga saatnya aku kembali, sudah ada banyak karya yang bisa membuat aku di kenang. Dan pada saat itulah sesungguhnya aku memiliki usia yang panjang …”
Selamat berjuang kupu-kupu besi. Semoga cinta yang kau bagi bisa berubah seperti cahaya matahari pagi (syamsi Dhuha ) yang indah

