Selasa malam sekarang telah menjadi malam yang favorit untuk saya, kenapa ? karena malam selasa adalah saatnya mengupas al Quran dan sains bersama para pakar dari ITB.
Ada seorang Ilmuwan yang membuat saya terkagum-kagum belakangan ini.Beliau bernama DR.Thomas Djamaludin, seorang astronom lulusan Kyoto, Jepang. Beliau berhasil membawa fikiran saya mengganggap penting astronomi setelah beberapa lama saya tidak terlalu peduli dengan ilmu yang satu itu.Dulu buat saya astronomi cukuplah diketahui saja tidak untuk dipelajari dengan serius, namun pak Thomas berhasil menjungkir balikan anggapan saya itu dalam 3 kali pertemuan saja. Pak DR thomas djamaludin dengan sangat cerdas menerangkan al Quran dengan pendekatan astronomi. Beliau menantang rasio ini berfikir tentang penciptaan dan misteri kehidupan yang seringkali jadi sebuah ranah yang sepi dari sentuhan ayat-ayat al Quran.
Dibalik berbagai uraian yang amat rasional dari pak Thomas, ada satu hal lagi yang membuat saya terkagum-kagum dari sosok beliau, Satu saat saat kami membahas tentang kehidupan di luar planet bumi, beliau mengeluarkan al Quran yang tanpa terjemahan. Beliau kemudian dengan sangat fasih membaca ayat demi ayat dan mentafsirkannya kata demi kata. Hal ini membuat saya terhenyak,” seorang yang lulusan Kyoto dengan sangat fasih mentafsirkan al Quran tanpa bantuan terjemahan..!!!”.Subhanallah….ini adalah hal yang sangat istimewa karena lulusan pesantrenpun belum tentu bisa dengan sangat fasih mentafsirkan ayat-ayat Allah ini tanpa bantuan terjemahan dan referensi lainnya..ya paling tidak merujuk pada kitab tafsir yang sudah mapan seperti misalnya tafsir ibnu katsir atau fil zilalil Quran.ya..itulah seorang ilmuwan yang begitu luar biasa yang sekaligus juga ulama.
Dibalik semua kekaguman dan ketakjuban terhadap seorang hamba Allah yang bernama DR thomas djamaludin ini, ada sebuah rasa yang lain disudut hati. Sedikit menggugat tentang semangat keilmuan umat yang memang masih kurang gencar.Bukankah sebagaian besar dari kita cukup puas dengan gelar ” orang awam “?. Bukankah banyak diantara kita yang cukup puas dengan ilmu standar tentang islam bahkan mungkin ada di standar minimal hingga tidak jarang banyak diantara kita yang memiliki pertanyaan yang sama setiap tahun semisal : ” apakah kentut di air itu membatalkan puasa saya ?…atau apakah ngupil itu membatalkan puasa saya …atau apakah qunut itu wajib atau tidak? dan berbagai pertanyaan lainnya yang seharusnya bisa terjawab dengan efektif andai ada tradisi keilmuan yang bagus ditubuh umat. Bukankah seharusnya hal tersebut sudah diketahui oleh seseorang sejak dia baligh?, karena mana mungkin kita bisa beribadah dengan baik kalau kita tidak tahu hukum ibadah ( fiqh ibadah ) yang standar ?.
Saatnya kita bangkit. Saatnya kita memilki program belajar yang sitematis untuk menjadikan diri kita bukan lagi orang awam karena umat butuh banyak ilmuwan yang mencerahkan dan menggelorakan semangat IQRA.semoga dengan semangat IQRA ini peradaban islam kembali tegak di muka bumi ini.


Subhanallah,..Allah menunjukkan kebesaranNya melalui Bpk. Dr. Thomas Djamaludin…semoga kita bisa meneladaninya. Dan menjadikan pemacu semangat kita untuk lebih mengenal bukti-bukti kekuasaan Allah di langit dan di bumi. Bersyukur de, karena Allah telah memberikan kemudahan dalam mendapatkan ilmu yang begitu berharga ini.
subhanallah,…makasih buat infox. Mdh2n astronomi di indonesia trus berkembang dan dpt support dr pemerintah untuk melakukkan riset-riset yg berguna selain untuk penentuan kalender islami, jg untuk mengkaji astronomi & ayat suci Al-Quran yg memang sudah terbukti keterkaitanx dng ilmu pengetahuan. Salam sukses. Mas, minta izin y buat sharing artikel ini di facebook. smg bs ada khimahx buat tman2.
Tambahan, saya baru ingat tadi setelah stasiun TV menyiarkan cuplikan 2012 ada komentar dari Dr. T Djamaludin tahun 1991 saya kerja di pedalaman Kaltim sehingga sering tidak tahu mana qiblat dan jadwal sholat karena hutannya rapat sekali. Saya menyurati bpk T Djamaludin waktu itu beliau masih di Kyoto saya diberi salinan software bahasa BASIC untuk program jadwal sholat, arah qiblat dan konversi kalender hijriah. Atas jasa beliau kami yang dipedalaman bisa memprediksi kapan buka puasa dll. Padahal sampai saat inipun saya telah kembali ke Jawa belum pernah ketemu beliau. Yah beliau begitu ikhlas membantu walau sama orang yang tidak dikenalnya. Sampaikan salam dan rasa syukur saya kalo bertemu