selamat jalan mujahid

Maret 25, 2008

pariaman-kala-senja.jpg

” Telah meninggal ust Muslim Zainudin, mohon sebarkan..!!!” pesan singkat ini masuk ke ponsel saya saat siaran TC on Air kemarin. Terkejut..shock dan berbagai perasaan campur aduk membaca sms itu.Terbayang jelas di pelupuk mata sosok beliau yang begitu sederhana plus dengan peci hitamnya yang khas. Terbayang juga saat beliau sudah mulai sakit tapi tetap sangat bersemangat berdakwah kemana-mana. Terbayang jelas sekali saat langkah kaki beliau yang tertatih di resepsi pernikahan seorang sahabat di jatinangor, sebuah tempat yang jauh tentu untuk ditempuh beliau dengan kondisi kesehatan yang buruk. Dan yang mengharukan adalah saat dia bertanya pada saya : ” akh agus apa kabar ?… Gimana dakwah di tempat antum … ” Allahu akbar …dikondisi seperti itu beliau malah menegur saya lebih dulu dan menanyakan misi dakwah, padahal bukankah menurut akal lebih penting beliau bercerita tentang kondisi kesehatannya….tapi itulah Ustadz Muslim.

Teringat juga satu saat ketika saya dan ustadz muslim mengisi sebuah taklim di IPDN untuk para kader dakwah di sana. Beliau dengan amat bersemangat berkata kepada saya : ” Akhi..ini kesempatan untuk kita. Mereka akan jadi aset dakwah yang berharga di masa depan. ayo kita teruskan dakwah disini…” masya Allah..padahal saya tahu ustadz sudah mulai sakit saat itu.

Sayapun ingat pertemuan terakhir dengan beliau yaitu di studio MQ Tv pada saat siaran bersama dengan beliau membahas tentang konspirasi yahudi dan nasrani terhadap umat islam, dan semangat tetap menjadi warna kuat yang terbaca saat itu.

Hati ini terus memutar saat-saat indah bersama ustadz muslim dan semakin kuat saat saya duduk bersimpuh di ruang tamu kediaman beliau saat cerita tentang almarhum mengalir deras dari lisan umi yang mengenang berbagai kenangan terbaik tentangnya.

Ya Allah…hanya doa tanpa kata yang sanggup hamba lantunkan. Karena kata tak mampu melukiskan kehilangan ini. Allahumma yarham…..

Selamat jalan stdaz..Syurga firdaus menantimu dengan kerinduan yang amat sangat . Semoga kehilangan dan kerinduan hati ini akan mengantarkan kita kembali bertemu disana. Maafkan, saya belum bisa menjadi murimu yang baik. Tapi Insya Allah saya akan terus bergerak meniru semangatmu yang tak kenal padam. Selamat jalan stadz…..semoga kedamaian senantiasa menemani antum di alam kubur. salam’alaik….

Cintai dan berbahagialah

Maret 24, 2008

Dulu saya sering berkata pada diri saya bahwa Allah swt senantiasa berdialog dengan hambanya.Dan seminggu ini Allah secara intensif berbicara terus pada diri saya dengan caranya yang indah.

Beberapa pekan ini memang saya rasakan sebagai hari yang amat berat. berbagai beban dan target kehidupan sudah ada di posisi deadline.Hal ini membuat nyaris seluruh waktu tercurah untuk mengerjakan seluruh target ini secara bersamaan yang telah membuat saya menjadi orang yang sibuk dan lelah. Akhirnya..tidak ada satupun target yang tercapai dengan baik.

Pada saat puncak lelah yang amat sangat, Allah “turun tangan” lagi dengan caranya yang indah.Lewat lisan sahabat-sahabat saya mengalirlah berbagai ucapan indah yang menguatkan.Lewat berbagai kejadian Allah mengajak saya untuk bangun dan berlari kembali.

Seorang teman sekaligus guru saya, kang syamril LPP salman ITB mengatatakan sebuah kata yang pendek kepada saya, beliau berkata : ” cintai apa yang akang lakukan, Insya Allah akang tidak akan lelah.” Beliau juga berkata : ” kenapa kita lelah ?, karena kita memilki tujuan yang bias …” masya Allah…

Saya masih termenung di sudut rumah Allah itu tempat dimana saya dan kang syamril berdiskusi.Dan renungan sayapun semakin dalam ketika saya diminta mendampingi ust Reza syarif seorang super trainer dalam bedah buku life excelent di daaruttauhid kemarin saat beliau berkata : “kenapa kita lemah dan loyo dalm menghadapi kehidupan kita ?, jawabnya karena kita tidak mencintai Muhammad Saw..” akhirnya kita ngarang…asal..dan akhirnya kita lelah karena kehilangan orientasi..Itulah kita manusia yang mengaku sebagai umat Muhammad tapi menjalani hidup dengan gaya kita sendiri”…ya Allah…astagfirullah…

Perenungnpun masih terus berlanjut bahkan berjalan menuju sebuah puncaknya, saat Allah berbicara melalui ilham di tidur yang amat lelap malam tadi. Dalam mimpi itu saya menjadi orang yang sangat berbahagia. Saya bisa terbang, saya merasakan langkah kaki saya teramat ringan. Saya berlari, meloncat dan menari-nari seperti yang dulu sering dilakukan ketika kecil. senyum cerahpun tak pernah lepas dari wajah saya dalam mimpi itu. Yang luar biasa adalah, saat itu Allah membangunkan saya sebentar dan tiba-tiba Allah mengilhamkan dalam hati dan fikiran saya : ” Kalau kamu ingin bahagia, belajarlah pada anak kecil…polos tanpa kepura-puraan,alami tanpa basa basi”hmmm..beberapa detik saja saya bangun sebelum Allah kemudian mengizinkan saya melanjutkan tidur yang lelap ini.

Dan perenunganpun masih belum berakhir. Sepertiga malam menjadi forum “dialog” hati dan akalku dengan sang pencipta. Dialog ini lebih merupakan sebuah kesimpulan dari “dialog” saya dan Allah lewat berbagi kejadian beberapa hari terakhir ini yang akhirnya sampai pada sebuah kata : ” Bergerakklah dengan energi cinta yang polos dan tanpa kepura-puraan. Bergeraklah untuk satu tujuan yang pasti, yaitu menjadi umat muhammad yang baik demi mencapai keridhaan Allah yang amat mencintai kita “….

 

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff 4)

Ketika kita sudah mewakafkan diri untuk Allah SWT dan telah meneguhkan diri kita untuk menjadi salah satu pejuang dakwah, maka sebuah keniscayaan akan segera kita hadapi. Keciscayaan itu adalah bernama Tantangan.Tentu kita tidak perlu takut dengan tantangan karena dengan tantanganlah kita tumbuh menjadi kuat dan berkembang . Kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi itu semua.

Ada satu syarat utama yang harus dimiliki oleh para pejuang dakwah agar dia tegar menghadapi tantangan, modal itu adalah : “ Tahu dan mengerti tujuan perjuangan”.Inilah satu syarat pertama dan utama untuk para pejuang dakwah. Ingatlah , seorang pejuang dakwah sekaliber apapun pada akhirnya akan kehabisan ghirah tatkala dia tidak tahu tujuan perjuangannya. Tujuan adalah serupa dengan Ruh untuk jasad manusia. Tujuan juga adalah serupa dengan bahan bakar yang dengannya sebuah kendaraan akan bisa melibas segala tantangan di jalan yang berliku.

Simaklah bagaimana kedahsyatan pasukan panglima Thariq bin Ziad, saat pasukan yang gagah berani ini menyebrangi samudera yang ganas dari benua Afrika menuju Spanyol di benua Eropa dimana pasukan ini hanya berbekal satu hal yaitu keimanan yang tinggi kepada Allah swt dan keinginan agar orang lain ( bangsa spanyol ) bisa merasakan keindahan islam yang membebaskan manusia dari perbudakan manusia lainnya..Ya inilah misi terbesar dari pasukan ini, DAKWAH.

Sekarang mari kita lebih dalam lagi untuk berbicara tentang dakwah. Da’wah Secara lughawi berasal dari bahasa Arab, da’wah yang artinya seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata da’wah berarti menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah Swt. dan rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Syaikh Ali Mahfuzh -murid Syaikh Muhammad Abduh- sebagai pencetus gagasan dan penyusunan pola ilmiah ilmu da’wah memberi batasan mengenai da’wah sebagai: “Membangkitkan kesadaran manusia di atas kebaikan dan bimbingan, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar, supaya mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.”

1. Membangkitkan kesadaran manusia

“Hati hanya bisa disentuh oleh hati” , kata-kata ini sangat tepat kita renungkan ketika kita berbicara tentang membangun kesadaran. Hal ini menekankan perlunya prinsip keteladanan dikedepankan dalam sebuah organisasi dakwah. Tidak mungkin seorang yang tidak hanif dalam hidupnya berhasil mengajak orang lain ( mad’u ) untuk bersikap hanif dalam hidup mereka. Tidak mungkin seorang yang tidak kuat akidahnya akan berhasil menerangkan dengan baik tentang materi salimul aqidah ( akidah yang benar ) . Lisannya akan hanya mengeluarkan sebuah bunyi tanpa ruh. Hanya rangkaian kata penghias bibir saja tanpa meningalkan bekas yang mendalam pada sang objek dakwah, bahkan salah-salah bisa kemudian menimbulkan fitnah untuk gerakan dakwah dan organisasi dakwah tersebut. Bukankah kita sering mendengar ungkapan “ aktivis kok seperti itu yah, jauh sekali perbuatan dengan perkataannya.”kalau sudah terjadi seperti ini, bukankah orang itu termasuk yang menggembosi dakwah ?.

Intinya mari kita bina diri kita terlebih dahulu sebelum kita berbicara tentang pembinaan orang lain. Bukankah kita tahu bahwa amat besar kebenciaan di sisi Allah bagi orang yang mengatakan hal yang tidak diperbuatnya

2. Amar makruf, nahyi mungkar?

“ Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran: 110).”

Dari ayat ini dapat ditangkap bahwa amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan salah satu parameter yang digunakan oleh Allah dalam menilai kualitas suatu umat. Ketika mengangkat kualitas derajat suatu kaum ke dalam tingkatan yang tertinggi Allah berfirman: “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia.” Kemudian Allah menjelaskan alasan kebaikan itu pada kelanjutan ayat: “Menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110). Demikian juga dalam mengklasifikasikan suatu umat ke dalam derajat yang serendah-rendahnya, Allah menggunakan eksistensi amar ma’ruf nahi munkar sebagai parameter utama. Allah Swt. berfirman: “Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Isra’il melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat.” (QS. Al Maidah 78-79). Dari sinipun sebenarnya sudah bisa dipahami sejauh mana tingkat urgensitas amar ma’ruf nahi munkar.

Buya Hamka berpendapat bahwa pokok dari amar ma’ruf adalah mentauhidkan Allah, Tuhan semesta alam. Sedangkan pokok dari nahi munkar adalah mencegah syirik kepada Allah. Implementasi amar ma’ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma’ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak. Namun kelalaian dalam ber-amar ma’ruf telah memberikan kesempatan bagi timbulnya opini yang salah, sehingga yang ma’ruf terlihat sebagai kemunkaran dan yang munkar tampak sebagai hal yang ma’ruf. Inilah pentingnya para pejuang dakwah untuk senantiasa melakukan amr ma’ruf. Katakanlah kebenaran itu meskipun terasa pahit di lidahmu.

Adapun mengenai tujuan da’wah, yaitu: pertama, mengubah pandangan hidup. Dalam QS. Al Anfal: 24 di sana di siratkan bahwa yang menjadi maksud dari da’wah adalah menyadarkan manusia akan arti hidup yang sebenarnya. Hidup bukanlah makan, minum dan tidur saja. Manusia dituntut untuk mampu memaknai hidup yang dijalaninya.

Kedua, mengeluarkan manusia dari gelap-gulita menuju terang-benderang. Ini diterangkan dalam firman Allah: “Inilah kitab yang kami turunkan kepadamu untuk mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada terang-benderang dengan izin Tuhan mereka kepada jalan yang perkasa, lagi terpuji.” (QS. Ibrahim: 1)

Benahi shaff untuk kemenangan dakwah

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff 4)
Kembali ke ayat diatas, sudah sangat gamblang Allah berfirman bahwasanya Allah mencintai shaff yang teratur dan seperti bangunan yang kuat dan bolehlah kita berkata bahwa perjuangan yang dilakukan oleh organisasi dakwah yang rapih dan termenej dengan baik lebih Allah cintai daripada organisasi yang tidak teratur. Pantaslah pula Ali r.a pernah berkata “ kebatilan yang terorganisir dengan baik akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir “.

Berbicara tentang organisasi yang baik tentu tidak lepas dari berbicara tentang manajemen organisasi yang baik. Dan untuk berbicara tentang manajemen organisasi yang baik mari kita mulai dengan berbicara tentang motivasi kita berorganisasi. Tanyalah pada diri kita “ apa yang saya cari ?, Mau apa sih kita? “. Kalau kita menjawab: “ yang saya cari adalah keridhoan Allah “atau saya mau berdakwah dengan organisasi ini “itu jawaban yang amat baik tapi jawaban yang benar-benar memilki konsekwensi yaitu : Anda tidak akan pernah kecewa kepada manusia dan organisasi apapun yang terjadi. Apabila ada ketidak cocokan dan ketidakpuasan saat berorganisasi, maka itu dijadikan sebuah ladang pembuktian kecintaan kita kepada Allah dengan terus berjuang memperbaikinya dengan penuh cinta karena kita sadar dan menyakini bahwa rekan kita adalah sama-sama hamba Allah yang sedang bersama-sama menujuNya. Buktikan bahwa motivasi anda benar-benar untuk Allah !.

Setelah kita menjawab pertanyaan pertama tadi, maka lanjutkan pertanyaannya. “Punya apa kita untuk hal itu ?”apakah kita punya modal yang cukup untuk kita berorganisasi ?. Apakah kita punya hal-hal berikut ?, seperti :

– 1. Kemampuan komunikasi
– 2 Kejujuran/Integritas
– 3 Kemampuan Bekerja Sama
– 4 Kemampuan Interpersonal
– 5 Beretika
– 6 Motivasi/Inisiatif
– 7 Kemampuan Beradaptasi
– 8 Daya Analitik
– 9 Kemampuan Komputer
– 10 Kemampuan Berorganisasi
– 11 Berorientasi pada Detail
– 12 Kepemimpinan
– 13 Kepercayaan Diri
– 14 Ramah
– 15 Sopan
– 16 Bijaksana
– 7 Indeks Prestasi
– 18 Kreatif
– 19 Humoris
– 20 Kemampuan Berwirausaha

Kompleks ?, mungkin, tapi itulah sebuah syarat yang merupakan hukum alam terutama untuk para kader dan pengurus sebuah organisasi dakwah. Bisa dikatakan organisasi dakwah ini hanya bisa digerakan oleh orang-orang terpilih yang memilki kualitas manusia –manusia terbaik.Tapi ini bukan berarti orang-orang yang belum memilki kriteria diatas kemudian tidak bisa mengurus sebuah organisasi, asalkan dia memiliki kemauan yang tinggi untuk belajar dan kerendahan hati maka dia bisa saja menjadi pengurus di sebuah organisasi dakwah . Walaupun demikian prioritas pertama tetaplah orang-orang yang terbaik yang ada didalam organisasi tersebut. Hal inilah yang seharusnya membuat seluruh aktivis / anggota organisasi dakwah untuk terus menempa dirinya menjadi yang terbaik.

Setelah kita faham bahwa organisasi dakwah ini harus dijalankan atas sebuah motivasi yang benar dan dijalankan oleh orang-orang terbaik, maka sekarang mari kita berbicara tentang manajemen organisasi. Untuk berbicara tentang hal itu mari kita mulai dengan mengingat kembali definisi organisasi dan manajemen.

Organisasi secara istilah bisa didefinisikan sebagai : Dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai sebuah sasaran / tujuan bersama. Perhatikan kata kerja sama dan tujuan bersama. Inilah sejatinya sebuah organisasi seharusnya ada. Dia adalah sebuah sistem yang dijalankan bersama oleh seluruh anggotanya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Satu saja bagian dari organisasi ini tidak mau bekerja sama, maka timpanglah organisasi itu dan akhirnya kehancuran organisasipun hanya tinggal menghitung waktu saja. Demikian pula ketika ada anggota , bagian atau divisi dalam organisasi tidak faham tentang tujuan bersama organisasi maka keruwetanpun akan menjadi menu sehari-hari sebuah organisasi yang menghabiskan energi para pengurusnya dan berimbas pada tidak terurusnya organisasi dengan baik hingga pada akhirnya membuat anggota berpaling dari organisasi dakwah tersebut.

Sedangkan Manajemen bisa diartikan : Proses merencanakan , mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerja/anggota organisasi dalam menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. Dan dari sinilah aktivitas manajemen organisasi bisa kita lakukan. Aktivitas itu adalah :

1. Planning :
Planning/perencanaan adalah hal utama yang harus dilakukan dalam manajemen. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang “begin from the end”. Kita tetapkan tujuan bersama yang ingin dicapai. Tujuan adalah pelita yang menunjukkan jalan bahkan di kegelapan malam. Tetapkan visi dan misi organisasi. Jangan ragu dalam menetapkan tujuan, visi, dan misi. Seorang yang bermimpi besar dan berusaha keras mewujudkannya namun tidak bisa lebih baik daripada orang yang bermimpi kecil dan bisa mewujudkannya. Walaupun tidak dicapai, dengan bermimpi besar maka langkah kita pun akan besar Yang penting adalah penetapan tujuan, visi, dan misi organisasi ini harus dilakukan bersama-sama. Minimal tidak dilakukan sendirian. Memang pada umumnya sebuah organisasi didirikan dengan seorang/beberapa tokoh kunci sebagai pemberi konsep. Tetapi konsep itu mutlak harus diketahui oleh tiap orang dalam organisasi agar terdapat kesamaan persepsi.

2. Actuating
Actuating /pelaksanaan adalah roh dari organisasi. Hanyalah akan menjadi omong kosong jika perencanaan tidak diikuti dengan aksi yang sesuai. Implementasi adalah sama pentingnya dengan perencanaan. Tanpa pelaksanaan yang baik rencana akan hancur berantakan tanpa sempat mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu adanya pendelegasian yang tepat untuk suatu tugas tertentu. Serahkanlah suatu hal pada ahlinya. Jika ditangani ahlinya tentu suatu persoalan akan selesai lebih cepat dan hasilnya pun baik.

Ingat juga dalam sebuah action berlaku sebuah prinsip : “‘banyak jalan menuju ke Roma’.Maka ini berarti, action harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Bukan mengalir dengan arus bukan pula melawan arus tetapi berusaha membelokkan arus perlahan-lahan ke arah yang kita kehendaki ( tujuan bersama / tujuan organisasi )

3. Controlling
Controlling adalah kunci dalam manajemen. Walaupun pendelegasian adalah hal yang mutlak dalam organisasi, tetapi pendelegasian bukanlah berarti menyerahkan segala urusan tanpa kendali. Seorang yang buta niscaya akan dapat berjalan dengan normal jika diberitahu jalan yang harus dilewatinya. Begitupun orang-orang dalam organisasi. Ingatlah seburuk apapun sistem manajemen, jika ada kontrol dan umpan balik yang rutin dilakukan maka hasilnya masih dapat diterima.

Dalam sebuah sistem kontrol organisasi haruslah ada sistem reward and punishment dalam manajemen organisasi. Orang yang berprestasi patut diberi penghargaan dan sebaliknya orang yang melakukan kesalahan sebaiknya diingatkan untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ini penting sebab sistem ini akan memacu orang-orang dalam organisasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena merasa dihargai. Hargai prestasi sekecil apapun dan jangan biarkan kesalahan sekecil apapun. Segala sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil. Kita harus tegas dalam hal ini. Ini semua dilakukan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Tidak melenceng dari sasaran apalagi menetapkan sasaran seenaknya.

Tiga hal diatas adalah sebuah kemutlakan tatakala kita ingin menjalankan roda organisasi dakwah dengan baik, tetapi ada hal yang penting namun seringkali terlewatkan oleh banyak manajer organisasi. Yakni pentingnya menyentuh hati manusia dengan hati lagi. Ya, cinta seringkali dilupakan dalam manajemen organisasi. Ada dua hal yang bisa membuat orang total dalam suatu hal, yakni adanya keuntungan dan cinta. Orang bilang cinta itu buta. Jika orang telah merasakan cinta dia akan melupakan kelelahan, kesusahan, penderitaan yang diperoleh dan akan mencurahkan segenap waktunya untuk hal yang dicintainya. Jangan ragu-ragu bagi manajer untuk melakukan pendekatan personal untuk orang-orang dalam organisasi seperti menjenguk jika ada yang sakit, menanyakan kabar, memberi hadiah, melontarkan pujian, dan sebagainya. Perhatikan kebutuhannya dan berempatilah terhadap kesusahannya. Hal-hal ini mungkin kedengarannya remeh tetapi sebenarnya ini solusi yang jitu bagi manajemen organisasi. Cinta akan menjadi perekat yang sangat kuat bagi keutuhan organisasi.

Akhirul kalam : “ bergeraklah…berjuanglah dalam barisan yang kokoh dan sambutlah kemenangan yang Allah janjikan. Allahu Akbar…..

 

 

Dedicated for Ikhwah Fillah di Keluarga Insan tahajud Call Indonesia dan para mujahid dakwah dimanapun berada.

Bangsa Telat

Maret 17, 2008

Sedih…kata-kata itu memang sangat tepat untuk dikatakan untuk bangsa ini terutama dalam hal menghargai waktu. sedih..karena keterlambatan tetap menjadi warna yang parah seperti yang terjadi dalam dua minggu terakhir ini. Tiga acara yang saya hadiri semuanya telat nyaris satu jam. Padahal tiga acara itu dilaksanakan di tempat-tempat terhormat yang harusnya jadi  tempat keteladanan yaitu : kampus terkenal di Bandung, Pesantren terkenal di Bandung dan sebuah kantor kelurahan di Bandung… Duuhhh…..

Saya ingat seorang sahabat pernah menantang sekumpulan mahasiswa  agar bisa memulai acara seminar tepat waktu seperti yag sudah direncanakan dengan sebuah janji darinya:” kalau bisa tepat waktu, saya akan berikan laptop saya untuk anda …!!!” dan apa yang terjadi ?… acara itu molor lebih dari satu jam.

Sekarang mari kita merenung, bukankah cerita-cerita tadi adalah sebuah cermin ketidak disiplinan bangsa ini ?. Bukankah kedisiplinan itu dimulai dengan memperlakukan waktu dengan baik ?.Mana mungkin kita bisa menang dalam sebuah perlombaan  balap  lari kalau kita telat memulai start kita, ya kan ?….  Dan seorang teman pun berkata : ” kita pindah ke jepang yuuuukkkk…..”

 

Setelah beberapa waktu ini merasa kekeringan dalam jiwa, Allah dengan caranya yang indah menarikku kembali pada orbit dzikrullah melalui tasmi Q.S Ali Imran.

Untaian ayat yang sungguh amat menggetarkan.Tak terasa tetes air matapun keluar membasahi kitab yang rasanya baru pertama kali kupegang. Membaca ayat yang seolah baru aku baca. Hati ini mulai bergetar tatkala membaca : Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. Ali ‘Imran123…duuuh terbayang bagaimana dahsyatnya peperangan badr yang terkenal itu. terbayang juga ketakutan yang sempat mencuat diantara pasukan muslim yang kemudian berganti menjadi kebranian yang amat sangat,saat Allah menolong dengan ribuan pasukan malaikatNya.

Dan hatipun semakin bergetar tatkala membaca : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Ali ‘Imran139.Ayat ini benar-benar menampar..aku ulangi membaca ujung ayat ini ” jika kamu orang-orang yang beriman ” astaghfirullah…apakah in berarti ketikaku lemah berarti imankupun lemah ?..

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Ali ‘Imran146

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. Ali ‘Imran 160

Allah…tidak banyak kata yang bisa terucap. Hanya ucapan istighfar berkali-kali, memohon ampun atas segala kelemahan ini. Hanya sebuah harap, agar Allah terus memenuhi hati ini dengan Dzat Nya yang mulia….biar tidak pernah lagi diri ini merasakan kelemahan.