In..do..ne..sia…duk duk duk duk duk…In ..do ..ne ..sia….

Gegap gempita piala Thomas dan piala Uber memang benar-benar membahana. Banyak orang yang tenggelam dalam semangat nasionalisme yang begitu menggelegak. Dan timnas Indonesiapun melaju dengan perjuangan yang luar biasa walau akhirnya tim Thomas kita kandas ditangan Korea tapi what ever..Bravo tim Thomas Indonesia….

Sekarang mari kita belajar dari korea yang telah menghancurkan mimpi kita mengembalikan piala Thomas ke bumi pertiwi. Korea adalah sebuah negara yang secara resmi masih ada dalam sebuah kondisi perang yang menjadikan negara ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Korea Utara dan Korea selatan. Dalam kondisi ini tentu kalo kita melihatnya secara sederhana rasanya sulit negara ini bisa menjadi maju . Benarkah seperti itu ?. Untuk menjawab semua itu , mari kita cermati data-data berikut ini :

Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.

Secara umum, perekonomian Korea Selatan lewat ditandai lewat tingkat Inflasi yang moderat, tingkat pengangguran yang rendah, surplus dari ekspor, dan pendistribusian pendapatan yang merata. Semua ini menandakan solidnya perekonomian Korea Selatan.

Menurut Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan, pada tahun 2006 perekonomian Korea Selatan akan terus berkembang walaupun ancaman kondisi eksternal seperti harga minyak dunia tetap membayangi. Pada tahun 2006 ini, Korea Selatan telah mereformasi sektor perpajakan yang sejalan dengan arah kebijakan ekonomi makro Korea Selatan pada paruh kedua tahun 2006. Komposisi perekonomian dilihat dari pendapatan per kapita Korea Selatan adalah sebesar 3.3 persen untuk sektor pertanian, 40.3 persen untuk sektor industri, dan 56.3 persen untuk sektor Jasa.

Ada lagi sebuah fakta yang harus kita cermati tentang korea, yaitu tentang perindustriannya.Produk korea mendapat perhatian begitu luas karena bermutu dan murah jika dibandingkan dengan produk Jepang, AS, dan Eropa. Teknologi Korea sebanding dengan teknologi negara tersebut. Produk Korea mendapat pengakuan dunia sehingga mendorong Malaysia memperoleh keahlian negara tersebut untuk membangun jembatan terpanjang ketiga di dunia, yaitu di Pulau Pinang.

Seperti Jepang, Korea adalah negara yang memiliki tradisi dan sejarah yang panjang. Proses modernisasi dan pembangunan yang pesat tidak menghilangkan sosial budaya dan adat istiadat yang diwarisinya secara turun temurun. Malah, orang Korea masih mempertahankan dan menerapkan nilai dan cara hidup lama. Meski begitu, mereka tidak menolak cara hidup modern dan pembaharuan yang terjadi di dunia.

Jika bangsa Jepang memiliki budaya kerja yang unggul dengan sifat kerajinan dan kedisiplinan rakyat Korea juga demikian Orang Korea tidak mengabaikan waktu kerja meskipun waktu bekerja telah ditetapkan. Jika istri pekerja Jepang merasa heran bila suami mereka pulang lebih awal, maka pekerja Korea juga merasa tidak sopan jika pulang lebih dahulu sebelum pimpinan mereka pulang.

Dengan bekerja sampai malam, pemimpin menjadi teladan karyawannya. Bangsa Korea tidak hanya memiliki sifat pekerja keras, tetapi juga komitmen yang tinggi pada pekerjaannya. Mereka juga bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Saat bekerja, bangsa Korea tidak melibatkan urusan pribadi karena mereka bersikap profesional.

Etos kerja ini dapat dilihat dalam kebanyakan perusahaan-perusahaan raksasa Korea seperti Samsung, Daewoo, Ssanyong, Hyundai, dan sebagainya. Bangsa Korea bekerja keras untuk memulihkan pandangan masyarakat dunia pada negara mereka yang sering mengalami pergolakan intern. Kekacauan ekonomi pada tahun 1997 hampir memberikan “pukulan maut” kepada Korea. Negara itu hampir bangkrut, sehingga terpaksa meminta bantuan IMF untuk memulihkan perekonomiannya. Dengan usaha yang sungguh- sungguh dan semangat tinggi, akhirnya, Korea mampu keluar dari masalah ekonomi dan krisis keuangan yang mengakibatkan jatuhnya perekonomian dan pemerintahan beberapa negara di Asia. Pemulihan yang dilakukan Korea itu membuat takjub karena mampu membayar pinjaman dan IMF dalam waktu tidak sampai lima tahun.

Selain budaya bekerja keras, rahasia keberhasilan Korea juga didukung oleh sikap dan pandangan mereka pada pekerja. Perusahaan-perusahaan Korea tidak menghentikan pekerja mereka dengan sewenang-wenang. Setiap pekerja dihargai dan dianggap sebagai aset perusahaan. Setiap pekerja yang tidak produktif dan kurang aktif diberikan latihan yang meningkatkan mutu dan daya kerjanya. Mereka diberikan motivasi dan rangsangan untuk memperbaiki kualitas kerjanya.

Perusahaan di Korea memiliki keyakinan yang mendalam dan harapan tinggi pada potensi setiap pekerjanya. Segala potensi dan kelebihan itu dimanfaatkan untuk memajukan perusahaan dan meningkatkan kualitas dan produktivitas pekerja. Budaya itu juga perlu dipelajari oleh masyarakat Indonesia, kemudian diterapkan dalam kehidupan keseharian mereka. Formula itu juga berhasil digunakan Jepang dan juga menjadi rahasia Korea.

Ada beberapa lagi syarat untuk menjadi bangsa yang berhasil dan hebat. Salah satu diantaranya adalah kreativitas Bangsa Jepang dan Korea memiliki kreativitas yang tinggi. Faktor tersebut menjadikan mereka bangsa yang maju. Botol air mineral kecil yang mungkin dianggap tidak bernilai, berhasil diubah menjadi produk komersial dan gaya yang populer di kalangan muda-mudi negara tersebut. Kreativitas menjadi salah satu ciri bangsa yang maju dan berhasil.

yup..itulah Korea…Bagaimana perasaan anda setelah membaca fakta tentang Korea ini ?. Kalau anda malu dan tertantang, anda sudah memiliki modal untuk mengalahkan mereka dan anda layak berkata : ” Di Piala Thomas kami kalah dengan Korea, tapi dikehidupan nyata, kami tidak sudi dikalahkan oleh Korea”.

Maka seorang temanpun berkata sambil berseloroh ; ” Kok bisa yah mereka luar biasa, padahal mereka merem…harusnya kita yang melek harus bisa lebih maju dong :D”

6 Tanggapan ke “Kita butuh belajar dari Korea”

  1. zahra Berkata

    Assalamu’alaikum…

    Kemajuan Korea Selatan nggak jauh dari keuletan dan produktivitas warganya…mereka lebih banyak belajar dari jepang..dalam suatu artikel, penetapan libur hari sabtu di korea mendatangkan kontroversi,hal itu karena dapat menurunkan produktivitas tenaga kerjanya. Kalo di kita mah seneng-seneng aja mungkin libur hari sabtu..

  2. datyo Berkata

    mas sudah pernah kerja sama orang korea ? 9 dari 10 orang korea menyebalkan. Ada banyak orang korea yang saya pengen tonjok. Tapi meski menyebalkan ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari mereka. pantang menyerah, tidak ada yang tidak bisa, ingin mengalahkan jepang, selalu belajar, selalu mencoba, berpikir efisien, efektif, malu kalo tidak produktif jadi dalam sehari tidak ada progress mereka pasti cari cari kerjaan, kalo sudah bekerja tidak ada kata santai, santai hanya untuk hari sabtu siang dan minggu. Mereka bisa kerja 6×24jam kalau memang diperlukan. Saya tidak bisa seperti sekarang kalau tidak kenal dengan mereka.

  3. datyo Berkata

    thomas kita kalah dengan korea hanya kalah semangat saja, bukan skill…..skill kita lebih bagus dari mereka. semangat dan spirit 90%, skill cuma 10% tapi bisa menang. Apalagi kalau skill ikut ikut 90%. sekedar gambaran, di jatim saja jumlah mereka ada sekitar 2000 orang, jumlah perusahaan yang terdaftar di jatim ada 2000 buah, mereka punya majalah sendiri, membuka usaha dari cuci mobil, agen transportasi, bengkel, warung makan, toko kelontong dll. Cepat atau lambat mereka akan menguasai perekonomian kita mulai dari level bawah. Sementara bangsa kita masih ribut dengan rebutan kekuasaan. 5 tahun lagi kita hanya jadi buruhnya mereka.

  4. agus al muhajir Berkata

    # Zahra : Betul banget..keuletan itu adalah sebuah modal yang yang luar bias..bangsa kita dulu pernah memilikinya. Lihat saja proses kemerdekaan bangsa kita..itu menggambarkan keuletan yang luar biasa. Pertanyaannya sekarang, haruskah kita dijajah dulu agar bangkit lagi semangat keuletan kita ?.

    # Datyo : saya belom pernah bekerja sama dengan mereka mas. Tapi saya kenal beberapa orang yang kerja sama dengan mereka. Luar biasa memang ketangguhan mereka. saya fikir tatkala kita meresa sebal dengna mereka adalah saat kita melihat mereka dengan kacamata “keindonesiaan” kita yang harus diperbaiki :D.

    BTw…kita memang harus belajar dari bangsa korea, Jepang , China dan bangsa-bangsa lainnya di dunia.Semoga kejayaan bisa jadi milik kita kembali. Amin….

  5. JON LAW Berkata

    BENAR KIA HARUS BELAJAR BANYAK DARI ORANG KOREA KARENA ORANG KOREA SANGAT GIGIH DAN MAU TERUS BERUSAHA UNTUK MEMBUAT TARAF HIDUPNYA LEBIH BAIK.
    SAYA PRIBADI BANYAK BELAJAR DARI ORANG KOREA DAN MEREKA JUGA MAU MEMBANTU AKU AGAR AKU BISA MENJADI ORANG YANG SUKSES.

  6. nana Berkata

    * Datyo :9 dari 10 orang korea menyebalkan??

    saya juga bekerja di perusahaan korea, memang benar kinerja mereka sangat profesional.
    tapi tidak menyebalkan koq, jika kita tunjukkan keprofesionalan kita, mereka sangat respect.

Tinggalkan Balasan