Menonton film memang bukan kegemaran saya. Buat saya memang lebih mengasyikan membaca buku-buku tebal bermutu daripada menonton film apalagi film Hollywood. Tapi tidak dipungkiri memang ada beberapa film yang bermutu dan berkualitas dan salah satunya adalah film Braveheart yang dihasilkan oleh sang hollywood anomali, Mel Gibson.
Berbicara tentang film ini, yang tadi malam diputar kembali oleh salah satu TV swasta nasional itu, saya merenung banyak sekali. Bukan karena adegan peperangan yang begitu menggentarkan saja tapi yang paling penting adalah sebuah spirit dari wiliam wallace sang tokoh utama yang menjadi motor pergerakan perlawanan atas kesewenang-wenangan kerajaan Inggris. Sebuah perlawanan yang begitu menggelora. Sebuah perlawanan yang disambut dengan dua sikap, yaitu : Perjuangan dan pengkhianatan.
Sebuah perubahan memang memerlukan sebuah pengorbanan. Itulah yang dilakukan oleh wallace. Dia terus berjuang dengan atau tanpa dukungan. Dia memang sempat kecewa dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh bangsanya, tapi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengobarkan semangat perlawanan dan perubahan. Bahkan saat dia dieksekusipun, semangat itu tetap menjadi semangat bangsa skotlandia dengan sebuah teriakan : ” FREEEEDOOOMMM !!!!!..” yang bahkan berhasil mengubah hati sang pengkhianat menjadi pejuang sejati dan mengantarkan skotlandia menjadi bangsa yang merdeka.
Kita butuh orang-orang seperti william wallace. Orang yang mendedikasikan hidupnya untuk orang lain. Yang hidup dan matinya penuh dengan inspirasi. Inspirasi tentang keberanian. Inspirasi tentang semangat pantang menyerah sampai mati.
Wiliam wallace adalah seorang tokoh nun jauh di negeri seberang. Kitapun di negeri ini punya nama-nama besar yang inspirasional. Sebutlah Cut Nyak dien, Diponegoro, Jendral Sudirman dan nama-nama besar yang kita gelari dengan kata pahlawan.
yah…Kita butuh para pahlawan. Pahlawan kehidupan yang sejati. Yang menginspirasi, hidup atau mati.
Pertanyaannya sekarang adalah, bisakah kita menjadi orang yang menginspirasikan orang lain untuk berubah dan berjuang, atau justeru menjadi seorang yang negatif dan mengatifkan orang lain ?. Mari kita tanya pada diri kita, ke dalam nurani kita. Akankah kita menjadi sang Braveheart berikutnya atau menjadi sang pecundang yang bangga dan nyaman dengan berjuta kekalahan dalam hidupnya ?.



oya, ada lagi A, tapi ade lupa judulnya. Beberapa film Hollywood malah menginspirasi dan buat kita merenung, salah satunya yang Final Destination, film itu bener2 bikin ade merenung soal kematian.
Hidup adalah pilihan…,.tapi sayang sekali jika kita menyia-nyiakan sisa umur kita untuk menjadi orang yang kalah dan mempengaruhi orang lain dengan sikap negatif kita.
Minimal untuk diri sendiri dan keluarga,..sudah saatnya kita bangkit untuk menjadi orang positif dan menebarkan pengaruh positif pula ke lingkungn kita. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa menginspirasikan orang-orang di sekitar kita untuk bangkit dan berjuang demi kebaikan
(hmmm……pabaliutnya..teu nyambung???)