Feeds:
Pos
Komentar

Akhirnya

Akhirnya harus nge blog lagi..bukan karena apa-apa..tugas kuliah dari beberapa dosen harus menggunakan blog ..( padahal kan saya lebih senang bikin web aja he he )

 

Ya Sudah ..insya Allah mulai nulis lagi disini ..

 

TAKBIR…

Teriakan Takbir itu masih terasa menggema. Takbir yang mengiringi sebuah ikhtiar perubahan sebuah negeri yang bernama Indonesia.

Perubahan itu ada ditangan kita sekarang….akankah kita mengambil tugas peradaban ini, atau kita lari dan menjadi pecundang ?.

Kuatkan hati.Siapkanlah bahu…Indonesia memangggilmu wahai mujahid dakwah. Jangan gentar dengan resiko yang pasti terbentang. Mati adalah sebuah kehormatan bagi kita…bukankah syahid adalah cita-cita tertinggi kita ?.

Mari Pekikkan Takbir untuk perjuangan ini ..ALLAHU AKBAR…
Mari pekikkan Takbir untuk tugas yang belum selesai ini…ALLAHU AKBAR …
Mari kita teriakan Takbir untuk jiwa-jiwa yang senantiasa rindu akan ridho dan rahmat Allah ….
Dan mari kita teriakan Takbir untuk KEMENANGAN YANG TINGGAL SELANGKAH LAGI INI ..ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR …!!!

Ciwaruga,nyaris tengah malam
Untukmu duhai negeriku..

Pemilu Adil, bisakah ?

Pertanyaan ini muncul tiba-tiba saja saat membaca berita di detik.com tentang Caleg PKS yang masuk penjara karena dinilai melakukan pelanggaran .lengkapnya bisa dibaca di http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/23/093924/1103529/700/kampanye-dekat-masjid-caleg-pks-dibui-6-bulan . Yang saya tanyakan adalah kenapa begitu sangat cepat ” pelanggaran ” yang dilakukan oleh kader PKS dutangani hukum, sementara pelanggaran yang dilakukan partai lain ditangani dengan sangat hati hati. Lihat kasus PKB berikut ini
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/23/055846/1103446/700/bawaslu-pkb-lakukan-3-pelanggaran

Apakah hukum hanya berlaku untuk kader PKS ?

Saatnya kita bertindak adil. Saya sebagai kader PKS tentu akan merelakan siapapun dari kami diproses hukum kalau memang melakukan pelanggaran, namun hendaknya itupun harus berlaku untuk partai lain juga.

SAATNYA MELAKUKAN SUPREMASI HUKUM…

KATAKAN TIDAK PADA DISKRIMINASI HUKUM …!!!!!

Profesionalisme ?

Sengaja memberi tanda tanya di akhir judul ini. Saya memang ingin menggugat arti profesionalisme yang selama sering kita ucapkan.

Menelanjangi kata profesinal..mungkin itu lebih tepatnya. Kalau bicara tentang hal ini saya jadi ingat petinju atau atlet pada umumnya. Ada atlit amatir dan ada atlit profesional. Atlit amatir biasanya bermain di pertandingan resmi memperebutkan piala atau medali sedang atlit profesional biasanya bertanding di sebuah event yang berhadiah uang yang sangat banyak. Begitu pula dengan atlit yang lain selalu saja tatkala bicara tentang atlit profesional maka identik dengan bayaran yang pantas dan layak.Lantas benarkah itu arti profesional.

Untuk hal tersebut ada tulisan bagus dari blog tetangga. Blog nya mas rovicky..bagus banget..silahkan lah di baca untuk sebuah introspeksi.

Lanjut Baca »

Doa

Ada sebuah doa yang begitu indah yang dikirimkan oleh ustadz Ihsan tandjung saat saya memohon agar ustadz memberikan taujih ditengan kering dan dahaganya jiwa ini.Beliau mengirimkan sebuah doa yaitu :

“As’aluka Allahumma ar-ridha ba’dal qodha wa burdal-isyi ba’dal mauti wa lazzatan-nazhori ilaa wajhika wa syauqon ilaa liqaa-ika” artinya : Ya Allah ,Aku memohon ridha sesudah keputusanMU dan sejuknya hidup sesudah kematianku dan lezatnya memandang wajah-MU dan kerinduan berjumpa dengan-MU.

Dan lirih lisan ini berkata …amin…

Nyaris saja

Nyaris saja kehilangan sosok abah tercinta.Sosok seorang ayah yang dengan segala perjuangannya telah membesarkan saya sampai saat ini. Beliau tersesat di kota Bandung… Sempat panic karena hal ini. Segala daya upaya dilakukan untuk mencari keberadaannya. Semua anggota keluarga termasuk dua anakku yang notabene adalah cucu abah dengan tak kenal lelah melakukan pencarian.Sempat ada air mata kecemasan yang akhirnya jatuh dipipi ketika telah 3 kali berputar di sekitar ciwaruga – parompong dan geger kalong.Sempat pula berfikir bahwa abah tidak akan lagi bersama kami.

Lanjut Baca »

Saat episode itu berakhir

Hal yang tidak diinginkan itupun akhirnya terjadi.

Ada perasaan aneh memang saat itu terjadi.Kenapa ini bisa terjadi ?.

Namun hal itu tidak terlalu aneh juga.Karena sebuah kenyataan tetaplah sebuah kenyataan yang harus dihadapi. Episode MQFm sudah usai. Sekarang saatnya radio Qolbun salim menyapa ruang dengar antum.Ruang dengar yang insya Allah akan diisi dengan dakwah yang sistematis dan berkesinambungan.

Bukan saatnya memang untuk mengeluh. Justru inilah saatnya kita bangkit menatap masa depan…

Harapan itu masih ada …

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.